6 Cara Interogasi Polisi Paling Terkemuka di Dunia

Interogasi menjadi salah satu hal penting dalam proses penyidikan, karena bertujuan untuk mendapatkan keterangan dan titik terang dari suatu kasus pidana. Ketika menginterogasi, polisi umumnya memiliki beberapa cara interogasi polisi ampuh untuk membuat si terduga mengaku akan perbuatannya. Penasaran? Langsung saja simak ulasan di bawah ini!

  1. Strategi Reid

Metode satu ini adalah salah satu cara interogasi utama dan kerap digunakan polisi. Mengusung taktik rumit, panjang, serta melibatkan banyak strategi, metode Reid akan dimulai ketika petugas memberi tahu tersangka terkait bukti-bukti yang menunjukkan dirinya bersalah.

Petugas perlu berhati-hati agar tidak menyalahkan terduga atas kejadian tersebut, karena kedua pihak tersebut terlibat dalam percakapan sepihak. Petugas juga seakan bersimpati kepada tersangka dan mengandaikan bisa saja kejahatan itu dilakukan oleh orang lain bukan si tersangka.

Namun ternyata teknik ini banyak mendapat kritikan, lho! Karena interogasi dengan cara Reid umumnya panjang dan konfrontatif. Petugas interogasi pun tak jarang mengatakan banyak sekali kebohongan.

  • Good Cop Bad Cop

Good cop bad cop berarti satu polisi akan berpura-pura menjadi ‘jahat’, sedangkan polisi lain akan berperan menjadi ‘baik’. Si bad cop akan bertindak tidak sopan, arogan, dan keras terhadap tersangka. Sikap tersebut dilakukan agar si terduga merasa terintimidasi dan terdesak untuk mengaku.

Namun apabila belum mau mengaku kesalahannya, si good cop akan datang dan menegur si bad cop agar tidak bersikap arogan dan agresif ketika interogasi.

Bahkan si good cop tersebut juga meyakinkan tersangka bahwa dirinya bisa mendapatkan hukuman lebih ringan apabila mengakui kesalahannya. Biasanya tersangka akan jujur kepada Polisi baik tersebut karna menganggapnya sudah membela dari si Polisi jahat.

  • Wawancara Lapangan

Wawancara lapangan bersifat informal ini juga dapat dilakukan oleh petugas sebelum akhirnya melakukan interogasi. Mengapa disebut wawancara lapangan? Karena proses ini terjadi di luar kantor polisi, dengan pertanyaan-pertanyaan ringan dan tidak terstruktur.

  • Mr Big

Teknik interogasi satu ini juga dikenal dengan teknik Canada, karena dikembangkan oleh Royal Canadian Mounted Police pada tahun 1990 silam. Metode ini umumnya dilakukan sebagai jalan terakhir bagi mereka yang tidak kooperatif namun diduga kuat bersalah.

Cara ini terbilang unik, namun memakan waktu cukup lama. Prosesnya adalah polisi bertugas menyamar dan menemui si terduga dimana ia biasa nongkrong. Petugas yang menyamar tersebut akan berusaha berteman baik lalu menawarkan ‘pekerjaan’ dari suatu ‘organisasi’. Pada akhirnya, tersangka akan ditangkap oleh para ‘rekan kerja’-nya yang sebenarnya adalah polisi menyamar.

  • Wawancara Kinesic

Kerap dikenal sebagai teknik interogasi observasional, metode wawancara kinesic dilakukan oleh petugas dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Sembari mengajukan pertanyaan, petugas juga mengamati perilaku mereka dengan seksama mulai dari cara berbicara hingga bahasa tubuh.

Sehingga polisi akan tahu ketika si terduga menunjukkan perilaku aneh mengarah pada pengakuan. Menarik sekali, ya!

  • Minimalisasi dan Maksimalisasi

Dua metode interogasi ini terlihat serupa namun ternyata berbeda. Minimalisasi yang dimaksud adalah kejahatan yang dibuat agar terlihat sepele dan ringan dari sebenarnya, karena tersangka akan dibodohi agar percaya jika pelanggaran tersebut bukanlah suatu hal serius sehingga nantinya mau mengaku.

Sementara maksimalisasi adalah kebalikannya, yaitu kejahatan yang dibuat lebih besar dari sebenarnya. Polisi akan memberi tahu jika hukuman yang akan diterima adalah hukuman berat, sehingga tersangka akan merasa terdesak untuk mengaku karena berharap menerima hukuman lebih ringan.

Polisi Akan Bertindak Seperti Ingin Membantu

“Kami memiliki cukup banyak bukti untuk menahan Anda, karena itu kami meminta untuk kooperatif dan menceritakan kejadian sebenarnya”, adalah kalimat yang kerap digunakan untuk meyakinkan para tersangka.

Padahal tugas polisi adalah menyelidiki dan memecahkan suatu kasus, bukan membantu mereka. Sehingga kalimat tersebut adalah kalimat pamungkas yang kerap digunakan untuk meyakinkan agar mereka mau mengakui perbuatannya dan harapan pengurangan hukuman.

Namun Polisi Juga Akan Menganggap Semua Tersangka Bersalah, Lho!

Polisi rupanya juga diminta untuk berspekulasi jika semua tersangka bersalah, sehingga akan memperlakukan mereka dengan perlakuan sama. Namun perlu diingat, jika polisi dilatih agar dapat membaca bahasa tubuh seseorang mulai dari postur tubuh hingga kontak mata sekalipun.

Karena seni menafsirkan tersebut dapat membantu memahami apakah orang itu benar-benar berkata benar atau justru berbohong.

Itulah cara interogasi polisi paling terkenal dan banyak digunakan. Ternyata proses interogasi tidak sesederhana yang kita kira, ya! Karena memakan waktu lama serta tenaga yang terbilang cukup besar, terlebih ketika tersangka enggan mengakui kesalahannya meskipun faktanya ia bersalah.