Ampo, Makanan dari Tanah Liat Khas Tuban

Bagaimana Ampo, makanan khas Tuban yang terbuat dari tanah liat masih diminati masyarakat hingga jaman modern sekarang? Tak ada campuran makanan apapun, baik manis ataupun asin, benar-benar tekstur tanah namun terasa lebih lembut dan adem.

Bukan sembarang tanah yang digunakan untuk makanan Ampo. Bahan tanah yang dicari harus benar-benar bersih dari kerikil, pasir dengan kedalaman tanah tertentu. Makanan dari tanah liat ampo tidak hanya ada di daerah Tuban-Jawa Timur saja. Ampo juga terkenal di daerah Cirebon serta Jawa Tengah.

Perbedaan paling kentara pada Ampo Cirebon yakni ukuran lebih besar dengan bentuk lebih bogel alias kecil, sementara Ampo Tuban memiliki gulungan lebih panjang dan ramping.

Khasiat Ampo Makanan yang terbuat dari lumpur tanah liat

Banyak masyarakat yang percaya kalau Ampo, makanan warisan nenek moyang mereka dipercaya ampuh untuk menguatkan sistem pencernaan dan membuat perut jadi adem. Jika mengalami sakit perut, diare atau demam mereka tak segan untuk memakan Ampo untuk penyembuhan.

Selain untuk kesehatan, makanan dari tanah Ampo juga biasa dipakai untuk sajen, ritual sesaji masyarakat setempat.

Keuntungan dan kerugian Ampo yang masih kontroversi

Pada skripsi karya Muhammad Ari Kurniawan dari Universitas Muhammdiyah Malang (UMM) dengan judul UJI Ca, K dan Zn pada Jajanan Ampo di Pasar Tuban Jawa Timur dan Pemanfaatannya Sebagai Sumber Belajar Berupa Poster.

Hasil penelitian mengungkap kandungan tinggi Ampo asal Tuban yaitu Kalsium (Ca), Kalium (K), dan Seng (Zn). Untuk sekedar diketahui Kalsium sangat bermanfaat untuk tulang dan gigi, Kalium mengendalikan tekanan darah, sementara Seng dapat mengobati diare. Tapi sayangnya ketiga kandungan mineral tersebut tidak ada yang mencapai standar baku mineral.

Berbeda dengan Skripsi karya Ulfiyatin berjudul Kualitas Mikrobiologis Jajanan Ampo di Tuban Jawa Timur, menunjukkan ada cemaran mikroba dengan angka rata-rata 1,07×106 koloni per gram di makanan Ampo. Angka itu melebihi standar batas maksimum yang ditetapkan BPOM, sebagaimana tercantum dalam Peraturan BPOM No. HK.00.06.1.52.4011 tentang Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Kimia dalam Makanan.

Dan harus dipastikan juga kalau bahan tanah yang digunakan untuk Ampo benar-benar steril agar tidak terkontaminasi kotoran hewan maupun manusia agar tidak terkena penyakit cacing gelang ataupun tetanus terutama pada anak-anak yang rentan terkena infeksi. Meskipun dirasa cukup aman karena proses pembuatan Ampo juga dilakukan pengasapan/pemanggangan untuk mengurangi resiko tersebut.

Sejarah Ampo, Camilan Tradisional asal Tuban yang terbuat dari tanah liat

Ibu rasimah adalah salah satu keturunan penjual Ampo yang mewarisi teknik mengolah tanah liat menjadi camilan tradisional asal Tuban. Sudah sangat langka pedagang yang menjual Ampo seperti dirinya. Rasimah sendiri merupakan generasi ke empat pembuat Ampo dari keluarga leluhurnya dahulu.

Menurut catatan sejarah, Kebiasaan makan Ampo dimulai pertama kali oleh masyarakat Trowulan, Kabupaten Tuban. Dimasa itu masyarakat menghadapi kesulitan makanan akibat kependudukan Belanda di kawasan Tuban.

Masa penjajahan yang memberlakukan sistem tanam paksa membuat Masyarakat Tuban terpuruk dalam kemiskinan, kesulitan pangan hingga banyak yang mengalami kematian akibat bencana kelaparan.

Mahalnya harga bahan pokok seperti beras, telur, umbi-umbian membuat masyarakat Tuban memutar otak untuk memperjuangkan hidup mereka, sampai terciptalah ide untuk mengonsumsi olahan tanah liat Ampo. Pertama dibuat, Ampo diciptakan dari endapan lumpur dari air di tepi sungai Bengawan Solo.

Endapan lumpur ini lebih tepatnya tanah aluvial yang berbahan lempung kemudian di diamkan sampai mengering untuk dikonsumsi.

Seiring perkembangan jaman, masyarakat Tuban membuat Ampo tak lagi dari tanah yang berada di tepi sungai, melainkan endapan air tanah sawah yang tentu saja sudah diseleksi terlebih dahulu aman dari pasir maupun kerikil. Kemudian Ampo diasapkan diatas tungku api sampai benar-benar ‘matang’ dan siap untuk dijual.

Bagaimana? Tertarik untuk menikmati Ampo?