6 Hewan yang Diadili dan Dihukum Mati Karna Dianggap Melakukan Kejahatan

Hukuman untuk manusia mungkin sudah biasa. Lalu, bagaimana jika hukuman diberikan kepada hewan? Berikut ini adalah daftar hewan yang pernah diadili dan dihukum mati karena melakukan kejahatan.

Daftar Hewan yang Dianggap Bersalah dan Diadili

1. Ibu babi yang kelaparan

Bisa dibilang ini termasuk kisah cukup mengerikan. Diceritakan bahwa pada tahun 1457 di Lavigny, Perancis, ada seorang anak kecil sedang asyik bermain di dekat kandang babi. Nasib malang pun tiba. Anak kecil tersebut jauh ke dalam kandang berisikan ibu babi beserta enam anaknya. Mereka berpikir bahwa itu adalah santapan makan siangnya dan tentu saja bisa dibayangkan apa akan terjadi berikutnya.

Karena masalah ini, ibu babi diputuskan bersalah kemudian dihukum mati. Akan tetapi, anak-anaknya masih diberi ampun karena hakim berpendapat anak babi hanya mengikuti ibunya saja.

2. Kera “Mata-Mata” di Hartlepool

Jika sebelumnya adalah kisah tragis, mungkin satu ini akan terdengar cukup konyol. Di kala perang Napoleon terjadi, terdapat sebuah kisah menarik mengenai sebuah kapal Perancis yang terdampar di pesisir Inggris, yakni Hartlepool. Ketika orang sedang memeriksa kapal tersebut, terlihat seekor kera sedang berjalan di atas kapal.

Beberapa orang pernah mendengar cerita mengerikan mengenai Perancis. Konyolnya, mereka kemudian mengira bahwa kera tersebut merupakan musuh yang terus diceritakan selama ini. Karena dianggap sebagai mata-mata, akhirnya diputuskan kera tersebut akan digantung. Sampai saat ini bahkan cerita tersebut masih cukup terkenal di kawasan Hartlepool.

3. Banteng penyebab bencana

Ada dua kisah mengenai banteng ini. Pertama, pada tahun 1499 di Beapre, Perancis, terdapat seekor banteng terpaksa diadili dan dihukum mati. Alasannya cukup masuk akal. Ia dianggap membunuh seorang anak berusia 14 tahun.

Selanjutnya, pada tahun 1796, muncul wabah mengerikan di sebuah desa di Jerman yang menyerang para hewan ternak di sana. Setelah dokter hewan menyelidiki para hewan mati tersebut, ada hasil menunjukkan bahwa seekor banteng lah akar masalah tersebut. Kemudian, banteng tersebut harus menerima hukuman mati di depan orang banyak.

4. Mary si gajah

Sirkus memang menjadi sebuah tontonan menarik karena menghadirkan berbagai macam atraksi hewan memukau. Namun tidak untuk kisah ini. Di sebuah kota bernama Tennessee pada tahun 1916, sebuah acara sirkus menghadirkan atraksi seekor gajah bernama Mary beserta trainernya, Red Eldridge.

Di tengah aksi, Mary mengalihkan perhatiannya pada sebuah semangka yang berada di atas tanah. Dianggap tidak fokus pada aksi, akhirnya Eldridge memukul Mary menggunakan kait supaya patuh. Namun, kenyataan justru sebaliknya. Mary pun mengamuk hingga membanting Eldridge ke tanah lalu menginjak kepalanya.

Melihat kejadian tersebut, sontak para penonton langsung berteriak meminta agar gajah tersebut mendapat hukuman. Benar saja, beberapa hari kemudian pihak penyelenggara memasang sebuah banner mengenai jadwal eksekusi mati Mary. Ia akhirnya digantung pada sebuah rantai dengan dikaitkan pada mesin derek.

5. Ayam jantan bertelur

Selama ini kita tahu bahwa ayam betina lah yang bertelur. Oleh karena itu, wajar jika kisah ini akan cukup mengagetkan banyak orang. Di Basel, Swiss pada tahun 1474 para ilmuwan digemparkan karena terdapat fenomena ayam jantan bertelur. Mereka lalu menganggap telur tersebut berisi makhluk setengah naga setengah ayam atau kerap disebut sebagai Cockatrice.

Karena tuduhan itu, akhirnya ayam tersebut dinyatakan bersalah dan dihukum mati dengan cara dibakar hidup-hidup. Para peneliti saat ini menganggap bahwa sebenarnya ayam tersebut adalah ayam betina namun salah diidentifikasi. Semenjak kejadian tersebut, tidak ada lagi kasus serupa yang terjadi.

6. Penghakiman untuk hama

Mungkin kita menganggap bahwa membunuh hama adalah hal wajar. Namun tidak bagi warga kota Stelvio, Austria pada tahun 1519. Mereka berkumpul memperdebatkan apa yang harus dilakukan pada hama karena sudah merusak tanaman mereka. Beberapa orang mengatakan terlalu kejam jika membunuh mereka.

Bahkan, Hans Grinebner sampai ditunjuk menjadi pengacara pihak hama. Namun, pada akhirnya hakim memutuskan warga boleh membunuh hama tersebut.

Itulah tadi beberapa kisah hewan yang diadili dan dihukum mati karena dianggap melakukan kejahatan. Semuanya memang terjadi sudah cukup lama. Apakah sekarang masih ada kasus-kasus seperti itu, ya?