Restorasi Lukisan Perawan Maria era Baroque 19 juta, hasilnya malah berantakan

Banyak pecinta lukisan antik dan dinilai bersejarah rela merogohkan uang banyak untuk jasa restorasi/perbaikan lukisan milik mereka. Salah satunya adalah seorang kolektor lukisan asal Valencia, Spanyol. Niat hati ingin lebih menghemat uang, dirinya malah mencari jasa restorasi lukisan amatir, tapi untuk harga perbaikan sebenarnya juga tidak jauh berbeda dengan pelukis yang sudah ahli.

Tanpa tedeng aling-aling dirinya pun memberikan Lukisan berjudul lukisan “The Immaculate Conception of El Escorial” karya seniman Spanyol Bartolome Esteban Murillo miliknya itu. Sang pelukis pun meminta bayaran sebesar 1200 euro atau sekitar 19 juta rupiah.

Lebih dari 2 minggu lukisan itu pun akhirnya berhasil diperbaiki dengan hasil yang sungguh membagongkan. Ternyata sosok sang perawan Maria era Baroque itu wajahnya menjadi terlihat hitam dekil seperti keseringan main layangan. Tak terima sang pemilik meminta lukisan itu untuk diperbaiki lagi.

Lukisan Perawan Maria era Baroque

Diprotes atas hasil restorasi lukisan yang jelek, pemulih lukisan itu berjanji kepada kolektor akan segera memperbaikinya. Seminggu kemudian lukisan itu pun dikirim kembali namun dengan hasil yang tak kalah mengejutkannya.

Sang pemilik lukisan ngamuk dan sempat melaporkan pelukis tersebut ke Polisi, namun akhirnya ia mencabut laporan karena merasa kasihan dengan si pelukis. Ia pun berbesar hati untuk menerima tragedi atas lukisannya, dan lukisan itu memang sudah tidak bisa diselamatkan lagi, meskipun sudah dibawa ke beberapa pelukis profesional. Karya seni lukisan tersebut sudah kehilangan makna dan nilainya.

Awalnya wajah sang perawan maria yang hanya gelap, sekarang benar-benar tak bisa diidentifikasi lagi, seakan berganti sosok tokoh dalam lukisan. Seperti ini perbedaannya:

Kasus tersebut sempat mencuat dan dikutuk oleh Asosiasi Pemulih dan Konservator Profesional Spanyol (Acre) yang menganggap kurangnya perlindungan hukum atas jasa restorasi lukisan dan menyamakan ini sama dengan tindakan vandalisme. Kurangnya peraturan ini diterjemahkan ke dalam tidak adanya perlindungan warisan bagi para pecinta seni seperti kita, imbuhnya sambil memencet jerawat di bongkongnya.